Monday, May 23, 2016

Dag Dig Dug Dermaroller

Setelah lama ga corat-coret di blog, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman pertama saya melakukan treatment jarum yang kondang dikenal dengan istilah "dermaroller". Saya membutuhkan treatment ini karena di wajah saya banyak terdapat scar bekas jerawat. Ini adalah hasil karya (takdiharapkan) dari tangan jahil saya yang suka gemes melihat jerawat nangkring di wajah. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, saya memang sudah bermasalah dengan jerawat. Saya sudah mencoba menaklukkan si jerawat dengan berbagai cara, mulai dari cara tradisional hingga cara-cara modern di klinik kecantikan di Solo. Namun, jerawat masih tak terkalahkan. Parahnya, bukan jerawat yang pergi eh malah kulit wajah yang berubah jadi kering kerontang. Karena putus asa, akhirnya saya pindah ke klinik dokter beneran, bukan klinik-klinik kecantikan yang memang tujuannya untuk komersil. Alhamdulillah, jerawat berhasil ditaklukkan oleh bu dokter dalam satu kali treatment

Setelah perjuangan melawan jerawat tamat, kini saatnya memulai peperangan melawan scar bekas jerawat. Awalnya saya hanya melakukan treatment mikrodermabrasi. Alasannya karena treatment ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan bekas kemerahan setelah treatment. Keputusan melakukan treatment dermaroller saya ambil bulan ini karena bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang jatuh di hari Minggu. Bukan karena ini hari spesial saya, tapi karena diskon yang ditawarkan yang membuat saya ngiler, yaitu 30%. Maklum, treatment dermaroller memang cukup menguras kantong saya yang hanya seorang pengajar di bimbel.

Sama halnya dengan facial biasa, langkah pertama treatment dermaroller adalah wajah dibersihkan dari make up, lalu dipijat. Setelah pemijatan selesai, wajah diuapi dan kemudian dilakukan ekstraksi komedo. Nah di sini nih bedanya.... Setelah ekstraksi komedo, wajah tidak langsung dimasker. Wajah say dilumuri dengan krim anastesi yang membuat muka berasa tebal. Krim yang dioleskan cukup tebal dan wajah say dibungkus dengan wrapper plastic. Saya harus menunggu selama kurang lebih 1,5 jam hingga anastesi bekerja.Setelah menunggu selama 1,5 jam, tiba saatnya bu dokter beraksi. Hati makin dag dig dug duer saat alat dermaroller dinyalakan. Alamaaaak.... suaranya membuat hati makin berdebar. Saat ujung jarum disentuhkan ke kulit wajah, dimulai pula treatment ini. Untuk scar yang tidak dalam, rasa sakit sama sekali tidak terasa. Namun, berbeda cerita dengan scar yang cukup dalam. Rasa perih mulai terasa ketika dokter men"cacah" scar saya yang cukup dalam. Namun, jangan takut karena rasa perihnya masih tertahankan. Proses dermarollernya sendiri sebenarnya tidak memakan banyak waktu, mungkin hanya 10-15 menit karena dokter hanya men"cacah" bagian yang ada scar. Jangan menanyakan foto karena saya menolak ketika disodori kaca setelah treatment selesai. Maklum, saya takut darah dan saya yakin wajah saya akan berlumuran darah setelah dermaroller. Jadi, saya sama sekali tidak berminat mengambil foto wajah saya yang berlumuran darah. Setelah dermaroller selesai, beauticiannya mengusapkan cooler ke wajah saya. Setelah rasa perih berkurang, baru wajah saya dimasker. 

Wajah menjadi merah-merah setelah dermaroller. Rasa perih hilang dalam semalam. Tapi kemerahan di wajah saya mulai hilang pada hari keempat dan benar-benar hilang pada hari ke-tujuh. Jujur, kemerahan di wajah saya ini membuat saya tidak PD dan malu. Apalagi saya harus mengajar di depan kelas. Jadi bagi Anda yang berminat melakukan dermaroller, lebih baik cuti dulu deh biar ga malu. Atau gunakan masker. Tapi, pengorbanan ini saya rasa sebanding dengan hasil yang saya dapatkan. Setelah seminggu, kulit wajah saya menjadi lebih baik. Scar kecil dan tidak dalam mulai terlihat berkurang. Wajah nampak bersih and I LOVE IT. Kalau ditanya mau dermaroller lagi atau ga, dengan yakin saya menjawab "mau". Hanya saja, saya akan menunggu melakukan dermaroller saat liburan sekolah tiba sehingga saya tidak malu akibat warna merah di pipi setelah dermaroller. So, untuk Anda yang masih ragu melakukan dermaroller, just do it. Tapi di bawah pengawasan dokter yang berkompeten ya agar tidak ada side effect yang tidak diinginkan.

Ternyata cukup panjang tulisan saya. Samapi sini dulu ya... see you next update  :)

3 comments:

  1. Dermaroller dimana mba? Mohon infonya ya.. terima kasih

    ReplyDelete
  2. Dermaroller dimana mba? Mohon infonya ya.. terima kasih

    ReplyDelete
  3. mb nya dermaroller dimana?
    tolong kasih infonya dong
    kebetulan saya juga lg cari referensi di daerah solo
    thanks :)

    ReplyDelete